Setelah membaca beberapa referensi tentang sebenarnya apa itu warna,akhirnya aku menyimpulkan bahwa menurutku hitam itu bukan warna.Kok?..bingung ya? Nah berikut beberapa alasannya. So, tetep stay read.
Pertama,Hitam (sengaja tidak saya sebut "warna") dalam Metode warna RGB (Red, Green, Blue) memiliki koordinat RGB = (0, 0, 0). Coba kita pikirkan sejenak, nilai 0 (nol) merupakan interpretasi dari sebuah ketiadaan/kosong. Jadi hitam terbentuk dari ketiadaan warna tampak. Analoginya gini,misalkan benda dkatakan dalam kategori buah jika dia memiliki ciri-ciri yang ada pada buah pada umumnya, misalkan punya biji, kulit, daging buah, dll. Jadi kalo ada benda yang tidak memiliki (nilai nya 0) ciri-ciri tersebut bukan dikatakan buah. Nah, begitu juga dengan hitam yang tidak memiliki (nilai nya 0 juga) unsur warna tampak, sehingga bukan termasuk digolongkan warna. Trus yang kita lihat itu apa?. Bagaimana kalo kitasebut "gelap". :-)
Kedua, kalo kita pakai metode CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black), yaitu metode warna yang berdasar pada pigmen warna (zat warna) yang umumnya dipakai dalam teknologi pencetakan,kita baru benar - benar akan mendapatkan "hitam" jika warna CMY dicampur pada nilai maksimal, yang tercipta adalah warna grey "mendekati hitam". Sekali lagi bukan benar-benar "hitam". Dikatakan "hitam" jika cartridge ditambahkan warna yang paling gelap. Dalam hal ini dilambangkan dengan K. Hal ini memungkinkan untuk printer warna yang tidak memiliki cartridge hitam untuk tetap bisa menghasilkan warna yang "lebih mirip hitam".
Tapi terlepas dari itu semua, sesuatu yang biasa kita bilang dengan "hitam" itu, kesannya keren. Walaupun saya tidak yakin apakah baju, tas, topi,sepatu yang saya pakai adalah benar-benar hitam. Dalam seni rupa, hitam sering digunakan dalam penyajian karya, mengingat hitam yang didampingkan dengan warna lain mampu memperkuat kesan warna tersebut. Kepribadian yang unik bukan? Bagaimana anda menyebutnya? :-)
Pertama,Hitam (sengaja tidak saya sebut "warna") dalam Metode warna RGB (Red, Green, Blue) memiliki koordinat RGB = (0, 0, 0). Coba kita pikirkan sejenak, nilai 0 (nol) merupakan interpretasi dari sebuah ketiadaan/kosong. Jadi hitam terbentuk dari ketiadaan warna tampak. Analoginya gini,misalkan benda dkatakan dalam kategori buah jika dia memiliki ciri-ciri yang ada pada buah pada umumnya, misalkan punya biji, kulit, daging buah, dll. Jadi kalo ada benda yang tidak memiliki (nilai nya 0) ciri-ciri tersebut bukan dikatakan buah. Nah, begitu juga dengan hitam yang tidak memiliki (nilai nya 0 juga) unsur warna tampak, sehingga bukan termasuk digolongkan warna. Trus yang kita lihat itu apa?. Bagaimana kalo kitasebut "gelap". :-)
Kedua, kalo kita pakai metode CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black), yaitu metode warna yang berdasar pada pigmen warna (zat warna) yang umumnya dipakai dalam teknologi pencetakan,kita baru benar - benar akan mendapatkan "hitam" jika warna CMY dicampur pada nilai maksimal, yang tercipta adalah warna grey "mendekati hitam". Sekali lagi bukan benar-benar "hitam". Dikatakan "hitam" jika cartridge ditambahkan warna yang paling gelap. Dalam hal ini dilambangkan dengan K. Hal ini memungkinkan untuk printer warna yang tidak memiliki cartridge hitam untuk tetap bisa menghasilkan warna yang "lebih mirip hitam".
Tapi terlepas dari itu semua, sesuatu yang biasa kita bilang dengan "hitam" itu, kesannya keren. Walaupun saya tidak yakin apakah baju, tas, topi,sepatu yang saya pakai adalah benar-benar hitam. Dalam seni rupa, hitam sering digunakan dalam penyajian karya, mengingat hitam yang didampingkan dengan warna lain mampu memperkuat kesan warna tersebut. Kepribadian yang unik bukan? Bagaimana anda menyebutnya? :-)
0 comments:
Post a Comment